Facebook

Ads

Wulan, Si Mungil Bernyali Besar

BADAN boleh saja mungil, tapi tidak dengan nyali pesilat putri Aceh, Dewi Hijjah Wulandari. Itu sudah dibuktikannya dalam dua Pekan Olahraga Wilayah Sumatera (Porwil). 

Dua kali Porwil dia, sukses mempertahankan prestasi apiknya; emas.

Teranyar,  pada Porwil IX di Bangka Belitung, gadis Banda Aceh, 21 Juni 1991 ini membuka kran medali emas Aceh di cabang pencak silat. Dalam tarung di GOR Serbaguna Atma Luhur, Pangkalpinang, dia kembali mengambil sekeping emas.

"Itu emas kedua saya di Porwil setelah di Batam tahun 2011 lalu," ungkap lajang yang punya nama panggilan Wulan ini saat menjawab Cakradonya.

Selain Wulan, dalam cabang silat, Aceh mendapat dua medali tambahan melalui Maulitawati dan Misran. Sedangkan pada Porwil VIII di Batam, Aceh hanya dapat satu emas lewat jasa Wulan.

Sukses mengemas prestasi di Porwil tak membuat anak Abdul Muthalib dengan Ainul Mardhiah (alm) itu cepat puas.  Dalam darahnya terus mengalir semangat Cut Nyak Dhien yang membara.

Gadis 24 tahun ini mengakui, tanpa peran orang tua dan pelatih, dirinya tak bisa apa-apa. Makanya, Wulan merasa amat beruntang budi pada sederet pelatihnya yakni, Maimun, Beny Arifto, Mansursyah, Budi Wibowo dan Azhari. "Terima kasih Wulan untuk mereka yang telah melatih dengan tanpa pamrih sehingga bisa meraih prestasi. Ada ribuan terima kasih untuk mereka semua," ungkap Wulan lirih.

Mantan mahasiswi jurusan Penjaskesrek FKIP Universitas Syiah Kuala ini selalu berharap, tekad dan kerjasama yang selama ini sudah ada bisa terus berlanjut. "Karena tanpa adanya kerja sama dan bahu membahu maka apapun tujuan kita tak akan terwujud," urai dia.

Begitu pula dengan institusi atau lembaga yang menaungi mereka, ia berharap agar semuanya bisa bekerja sama antara pengurus KONI, Pengurus IPSI, pelatih dan atlet. "Sehingga sama-sama kita bisa mewujudkan tujuan kita di PON 2016 di Jawa Barat nanti," sebut Wulan.

Tekad tersebut terus dipupuk Wulan dengan giat berlatih, berlatih dan berlatih. "Karena untuk ke depan eventnya sangat menantang. Jadi harus mempersiapkan diri lebih siap lagi," tukas dia.

"Semoga saja di PON nanti, Wulan akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi. Karena Wulan hanya bisa berusaha dan berdoa, yang memberi keputusan hanyalah Allah SWT. Mohon dukungan masyarakat Aceh tentunya." ucapnya.

Harapannya, sambung dia, semoga saja atas izin Allah SWT, dirinya dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi demi mengharumkan nama Aceh. "Insha Allah," sahut Wulan.

Wulan yang sudah sejak kecil mencintai silat ini mengakui mencintai olahraga keras itu. Sejal umur 10 tahun atau tepat saat dia masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, sudah memulai latihan.

"Sejak dari kecil saya suka dengan bela diri, sehingga dengan adanyaa bakat dan minat dalam diri Wulan akhirnya berlatih silat sampai sekarang umur 24 tahun.  Alhamdulillah masih bertahan sampai sekarang," ungkapnya.

Sepanjang kariernya sebagai atlet silat, Wulan sudah lama memendam hasrat ingin bermain di level internasional semacam SEA Games. Sebenarnya, peluang itu sempat terbuka bagi dia untuk membela Indonesia di arena SEA Games 2013 lalu. Namun,  dia harus memendam kecera, karena nomor andalannya tidak dipertandingkan di event dua tahunan itu.

Dia berhak tampil di SEA Games saat itu, karena berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Antarbangsa di Myanmar. Kejuaraan tersebut, ajang try out bagi para atlet sebelum terjun di arena SEA Games.

"Kecewa juga sih saat itu, karena kelas A putri tidak dipertandingkan di SEA Games Myanmar," keluhnya. Kata dia, bukan cuma kelas A putri yang tidak dipertandingkan di cabang pencak silat, kelas B putri dan E putri juga sama. "Karena tak bisa tampil di SEA Games, makanya saat itu saya fokus menyelesaikan kuliah dan latihan saja," ujar peraih perunggu PON Riau ini.

Bio Data
Nama : Dewi Hijjah Wulandari.
Panggilan: Wulan
Lahir: Banda Aceh, 12 Juni 1991
Orang Tua: Abdul Muthalib dan  Ainul Mardhiah
Pendidikan: Alumnus FKIP Unsyiah
Cabor: Silat (kelas A putri)
Prestasi :
Porda Bireun 2010 (emas)
Porwil VIII 2011 Batam (emas)
PON XVIII Riau 2012 (perunggu) Friendly Games Myanmar 2013 (emas) Pra Sea Games 2013 (emas)
Pomnas Yogjakarta 2013 (perunggu) PORA 2014 Aceh Timur (emas)
Porwil IX Babel 2015 (emas).
Diberdayakan oleh Blogger.